MENYESAL UCAPAN HAMDALAH SEKALI DAN BERISTIGHFAR 30 TAHUN
SEMOGA SEHAT PANJANG USIA BERKAH
Dalam Hikayat Keajaiban Istighfar dan Shalawat Nabi, Fuad Abdurrahman :
Syekh Sirri al-Saqathi , paman Al-Junaid al-Baghdad, berkata, “Aku selama lebih kurang 30 tahun beristighfar, memohon ampunan dari Allah SWT atas ucapanku ‘Alhamdulillah’ yang hanya sekali pada suatu hari.”
Suatu waktu terjadi kebakaran hebat di Kota Baghdad, Irak. Ada seseorang yang datang kepada Syekh Sirri dan mengabarkan bahwa tokonya selamat dari kebakaran tersebut. Spontan, Syekh Sirri pun mengucapkan Alhamdulillah.
Namun, kemudian sang Syekh Sirri menyesali ucapan hamdalah tersebut. Ia menyesalinya sambil terus beristighfar selama 30 tahun kemudian. Bagi Syekh Sirri, ucapan hamdalahnya itu merupakan suatu kesalahan dan suatu perilaku yang kurang terpuji.
Syekh Sirri menyadari bahwa ungkapan syukurnya masih menandakan kecintaannya pada diri sendiri dan egois. Syekh Sirri merasa tidak peka terhadap penderitaan korban kebakaran lainnya di sekitar tokonya itu. Syekh Sirri merasa kurang terpuji, karena dirinya gembira atas kesalamatan tokonya di saat orang lain kehilangan harta benda, bahkan nyawa.
Begitu besarnya penyesalan sang Syekh hanya gara-gara satu kali ucapan Alhamdulillah. Selama 30 tahun, ia dirundung penyesalan atas sikapnya yang mementingkan diri sendiri. Ia mensyukuri apa yang seharusnya disyukuri, tetapi di sisi lain beliau beranggapan bahwa rasa syukur itu tidak pantas untuk disyukuri karena hanya satu srlamat dan lainnya terbakar
Dari kisah ini, Syekh Sirri sedang mengajarkan kita untuk tidak mementingkan diri sendiri dan mengesampingkan penderitaan orang lain
Tidak ada komentar:
Posting Komentar