Selasa, 30 Juli 2024

 Utama berkawan sedulur selawase

Cinta Dan Benci Karena Allah


 SEHAT BERLAH SELALU DULUR KULO 


Dalam  kitab Durratun Nashihin 

(Mutiara Ahli Nasihat dalam Petuah dan Tuntunan Agama)

Penulis Umar bin Hasan bin Ahmad al-Syakir al-Khaubari 


QS. Zukhruf : 67-70

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa. “Hai hamba-hamba-Ku, tiada kekuatiran atasmu pada hari ini dan tiada pula kamu bersedih hati. (Yaitu orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami, sedang dulu mereka adalah orang-orang yang berserah diri. Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan istri-istrimu digembirakan”


Dari sahabat Abu Hurairah ra., dari Rasulullah saw. sabdanya :


 “Sesungguhnya pada hari kiamat kelak, Allah Taala akan berfirman : “Manakah orang-orang yang saling mencintai pada jalan-Ku, demi kemuliaan dan keagunganKu, pada hari ini Aku naungi mereka dengan naungan-Ku, yaitu hari yang tidak ada tempat berteduh kecuali naungan-Ku”. (HR. Ath Thabrani)


Di dalam sebuah khabar disebutkan bahwa, pada hari kiamat ada seorang mukmin dibawa mengahadap ke hadrat Allah, lalu amal-amalnya ditimbang. Maka ternyata keburukan-keburukannya lebih berat daripada kebaikan-kebaikannya, sehingga dia disuruh masukkan ke dalam neraka.


_ Lalu berkatalah orang mukmin tersebut : “Oh Tuhanku, berilah tangguh kepada hamba barang sesaat. Hamba akan meminta satu kebaikan dari ibuku”.


+ Allah pun memberinya tangguh.


_ Kemudian orang mukmin itu datang menemui ibunya, lalu berkata : “Wahai ibunda, demi pengasuhan yang telah ibu lakukan terhadap diriku selama di dunia dulu, dan telah ibu sampaikan aku kepada tiap-tiap kebaikan, berilah aku sebuah dari kebaikan-kebaikan ibu, supaya aku selamat dari neraka”.


_ _ Ibunya menjawab : “Wahai anakku, sesungguhnya aku ini lemah terhadap keadaanku dan bingung menghadapi urusanku sendiri. Maka bagaimana mungkin itu dapat menyelamatkanmu pada hari ini?’.


Maka orang mukmin itu merasa tidak ada harapan lagi untuk mendapatkan kebaikan dari ibunya. Kemudian dia pun mendatangi semua kerabatnya, namun dia kecewa sebab semuanya tidak dapat memenuhi permintaannya. Maka Allah Taala memerintahkan supaya memasukkannya ke dalam neraka.


Tetapi, ketika dia sedang digiring ke dalam neraka, salah seorang sahabat kentalnya mengetahuinya, lalu sahabatnya itu berkata kepadanya : “Aku berikan seluruh kebaikanku kepadamu, supaya salah seorang dari kita ada yang selamat dari neraka. Dan itu lebih baik daripada kalau kita berdua sama-sama masuk neraka”.


Akhirnya orang mukmin tersebut disuruh masuk surga. Maka dengan gembira, dia pun bergegas menuju ke surga. Tetapi di tengah jalan ada yang berseru : “Bukanlah seorang jentelmen, apabila engkau melupakan sahabatmu di neraka, sedang engkau sendiri masuk surga”.


Orang itu lalu menjatuhkan dirinya bersujud kepada Allah, dan memberi syafaat kepada sahabatnya itu. Maka Allah pun menyuruh agar keduanya dimasukkan ke dalam surga.

Selasa, 23 Juli 2024

 Nabi Sulaiman Ingin Beri Makan Semua Makhluk Hidup


SEHAT PANJANG USIA BERKAH DALAM RIDLO NYA SELALU NJIH


Dari Kitab Durrotun Naashihiin Fii Al-Wa'izhin Wa Al-Irsyad karya Syekh 'Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khowbawiy



Nabi Sulaiman as dianugerahi Allah berupa kekayaan yang melimpah. Tiap hari dapur kerajaan Nabi Sulaiman memasak daging dari 4.000 unta, 5.000 sapi, dan 6.000 kambing. Makanan itu dibagikan kepada rakyat dan anggota kerajaan. 


Karena memiliki hati sangat pemurah, Nabi Sulaiman pernah memohon kepada Allah SWT untuk mengizinkannya memberi makan semua makhluk hidup di Bumi. Namun Allah tidak langsung mengabulkan doa Nabi Sulaiman dan menjawab, "Sungguh, engkau (Nabi Sulaiman) tidak akan mampu."


Nabi Sulaiman tidak menyerah begitu saja. Ia kembali mengajukan permohonan itu kepada Allah. Akhirnya, Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman untuk memberi makan seluruh makhluk hidup di dunia ini. Setelah itu, mulailah Nabi Sulaiman memerintahkan para pasukannya, mulai dari manusia hingga jin, untuk memberi tahu kepada seluruh makhluk hidup di Bumi untuk menghadiri undangan jamuan makannya.


Makanan yang disajikan Nabi Sulaiman memiliki panjang setara dengan satu bulan perjalanan. Begitu pun dengan lebarnya. Lalu Allah bertanya kepada Nabi Sulaiman, "Makhluk manakah yang akan memulai (memakan hidangan yang kamu sediakan)?" Nabi Sulaiman menjawab, "Mereka yang ada di darat dan di laut."


Kemudian dengan kekuasan-Nya, Allah memerintahkan satu makhluk besar dari golongan ikan untuk pertama kali menyantap makanan yang disajikan Nabi Sulaiman. Alangkah terkejutnya Nabi Sulaiman ketika melihat satu ikan besar melahap semua hidangan yang sudah disediakannya. Ikan itu kemudian berkata, "Hai Sulaiman, kenyangkanlah perutku, kini aku masih merasa lapar."


Seketika itu pula, Nabi Sulaiman langsung bersujud sambil menangis kepada Allah memohon ampunan karena merasa sombong dan merasa mampu memberi makan semua makhluk hidup. Satu ikan saja ternyata masih belum cukup.


Nabi Sulaiman  sebagai nabi yang paling kaya di muka bumi. Ia merupakan putra Nabi Daud AS yang mewarisi kerajaan di kalangan kaumnya, Bani Israil.


HIkmah dari kisah Nabi Sulaiman  as

itu ialah Allah benar-benar Maha Kaya dan tidak ada yang bisa menandingi kekayaan Allah SWT. Bahkan, kekayaan Nabi Sulaiman saja tidak sanggup untuk membuat kenyang satu ikan pun yang merupakan makhluk ciptaan Allah

Jumat, 19 Juli 2024

 Menolak Memberi Makanan, Ditegur Rasul Lewat Mimpi


SEHAT PANJANG USIA DAN BERKAH SELALU NJIH


Kisah dari Ali Abdullah dalam Kisah Hikmah Para Sufi dan Ulama Salaf:



Suatu hari seorang Syekh Muhammad al-Hariri sedang duduk di sebuah sudut ruangan. Tiba-tiba ada seorang pemuda masuk. Pemuda ini tampak begitu lusuh. Tidak mengenakan tutup kepala, tidak juga beralas kaki, dan rambutnya terurai. Wajahnya juga tampak pucat.


Syekh Muhammad al-Hariri adalah salah satu murid dari Syekh Junaid al-Baghdadi. Syekh al-Hariri juga menjadi pengganti gurunya tersebut. Selain sebagai seorang ahli ilmu, Syekh Muhammad al-Hariri juga seorang sufi nan alim. Beliau memiliki kebiasan berpuasa di siang hari tetapi tidak pernah terlihat berbuka. Ketika malam tiba, terkadang beliau juga melanjutkan untuk tetap puasa. Selain itu waktu malam dihabiskan untuk sholat hingga punggungnya tidak menyentuh alas untuk beristirahat apalagi tertidur lelap.


Syekh Muhammad al-Hariri dikenal sebagai orang yang semangat dalam mencari ilmu. Beliau pernah bermukim di berbagai kota untuk menuntut ilmu, termasuk bermukim di Mekah.


Pemuda yang ditemuinya itu kemudian mengambil air wudhu dan menunaikan shalat dua rakaat. Setelah itu, ia hanya menundukkan kepala hingga memasuki waktu Maghrib. Pemuda ini kemudian berjama’ah dengan Syekh Muhammad al-Hariri. Selesai shalat, lagi-lagi pemuda itu hanya menundukkan kepalanya kembali.


Pada malam hari, Khalifah Baghdad mengundang para ulama untuk ceramah agama. Sebelum pergi, Syekh Muhammad al-Hariri mengampiri pemuda tersebut dan bertanya kepadanya.


“Wahai anak muda, maukah kau ikut denganku untuk memenuhi panggilan Khalifah?”


“Aku tidak membutuhkan itu.” Jawab pemuda tersebut. “Yang aku inginkan adalah makanan darimu.”


“Jawabannya tak sesuai harapanku, ia justru menginginkan hal lain dariku.” Jawab Syekh al-Hariri dalam hati.


Setelah obrolan singkat tersebut, Syekh Muhammad al-Hariri segera berlalu. Beliau tidak memperdulikan pemuda tersebut. Beliau segera pergi untuk menghadiri acara yang diadakan oleh Khalifah.


Sepulang dari acara tersebut, Syekh Muhammad al-Hariri kembali ke ruangan. Ia melihat pemuda yang sebelumnya ditemui seolah-olah sudah tidur. Oleh karena itu beliau juga langsung tidur.


Dalam tidurnya, Syekh Muhammad al-Hariri bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW bersama dua orang tua yang bercahaya wajahnya. Di belakangnya tampak rombongan orang-orang dengan kemilau cahaya yang terang.


Beliau diberi tahu bahwa yang beliau temui tersebut adalah Rasulullah SAW yang didampingi Nabi Ibrahim AS di sisi kanan dan Nabi Musa AS di sisi kiri. Sementara rombongan di belakang ketiga nabi tersebut adalah para nabi lainnya yang berjumlah 124.000.


Syekh Muhammad al-Hariri segera mendekati Rasulullah dan mencoba untuk mencium tangannya. Namun Rasulullah justru memalingkan wajahnya. Hingga tiga kali, Syekh Muhammad al-Hariri mencoba hal yang sama, tetapi lagi-lagi Rasulullah memalingkan wajahnya.


Syekh Muhammad al-Hariri bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, apa yang membuat engkau berpaling wajah dariku?”


Rasulullah menjawab pertanyaan Syekh Muhammad al-Hariri, “Sungguh engkau telah berbuat kikir, ketika datang dari golongan kami meminta makanan darimu.” Ternyata sufi ini ditegur Rasul lewat mimpi.


Mendengar jawaban Rasulullah, Syekh Muhammad al-Hariri terbangun dalam keadaan hati yang diliputi rasa penyesalan serta ketakutan yang luar biasa. Tubuhnya menjadi bergetar dan menggigil. Ia memalingkan pandangan ke arah pemuda tersebut, tapi celakanya, ia sudah tidak terlihat lagi.


Syekh Muhammad al-Hariri segera melangkahkan kaki keluar. Dicari pemuda itu. Ketika melihatnya, ditanyalah pemuda tersebut.


“Hai Anak Muda, demi Allah yang telah menciptakan dirimu, mohon tunggulah sebentar. Ini makanan untukmu!” ujar Syekh Muhammad al-Hariri.


Pemuda itu tersenyum kepada Syekh Muhammad al-Hariri.


“Wahai Syekh Muhammad al-Hariri, siapakah yang menginginkan sesuap makanan darimu?” Kata pemuda tersebut. “Mana bisa nabi dengan jumlah 124.000 itu memberikan pertolongan dengan sesuap makanan?”


Pemuda itu pergi dan hilang. Sementara Syekh Muhammad al-Hariri tanpa sendiri dan sangat menyesali perbuatannya itu.

Senin, 15 Juli 2024

 Nabi Yunus a.s 

(Selamat dari perut ikan 10 Muharram)


 PANJANG USIA, BERKAH DAN SEHAT SELALU NJIH DULUR KITO.  AAMIIN 


QS Al-Anbiya 87-88


وَ ذَا النُّوۡنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنۡ لَّنۡ نَّـقۡدِرَ عَلَيۡهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنۡ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنۡتَ سُبۡحٰنَكَ ‌ۖ اِنِّىۡ كُنۡتُ مِنَ الظّٰلِمِيۡنَ‌*

فَاسۡتَجَبۡنَا لَهٗۙ وَنَجَّيۡنٰهُ مِنَ الۡـغَمِّ‌ؕ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ*


(87) Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zhalim." 

(88) Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman. 



Ketika Nabi Yunus diutus oleh Allah untuk menyeru penduduk Ninawa (Mosul Irak) agar menyembah Allah, Nabi Yunus mendapatkan tantangan dan penolakan sehingga membuatnya marah dan pergi.


Nabi Yunus a.s., hidup tahun 820-750 SM, adalah seorang rasul yang diutus Allah swt. untuk berdakwah kepada penduduk Ninawa, Irak. 

   

Tidak tahan dengan penolakan dan olok-olokan penduduk Ninawa, Nabi Yunus lebih suka meninggalkan mereka ketimbang diam dan tinggal bersamanya di negeri itu, padahal saat itu Allah belum mengijinkan untuk pergi meninggalkan mereka.

   

Dalam kepergiannya, Nabi Yunus bergabung dengan penumpang kapal yang hendak bertolak. Di tengah pelayaran, kapal yang ditumpangi beliau dilanda badai dahsyat.


Para penumpang harus membuang salah satu orang untuk meringankan beban kapal. Nabi Yunus a.s. terpilih setelah tiga kali pengundian. Beliau rela ditelan ikan paus raksasa sebagai bentuk penebusan dosa atas kesalahannya.


Di dalam perut ikan, Nabi Yunus a.s. tidak putus asa. Beliau terus berdoa dan memohon ampunan kepada Allah Swt.


لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

Lailaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadhdhalimin


"Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim."


Atas pertolongan Allah Swt., ikan tersebut memuntahkan Nabi Yunus a.s. ke sebuah pantai tandus pada hari kesepuluh Bulan Muharram.


Nabi Yunus a.s. bersyukur atas keselamatannya dan kembali ke Ninawa.


Beliau mendapati kaumnya telah bertobat dan memohon ampunan kepada Allah Swt. Atas pertobatan mereka, Allah Swt. mencabut azab yang telah dipersiapkan.


Kisah Nabi Yunus  memiliki pesan  pentingnya kesabaran dan kepatuhan kepada Allah swt

Sabtu, 06 Juli 2024

 Puasa Asyura Tanggal 10 Muharram 



 SEHAT SELALU NJIH DULUR KULO 



Ahmad bin Ali bin Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bâri Syarhu Shahîhil Bukhâri, tingkatan puasa Asyura ada tiga: 


- puasa hari Asyura saja

- puasa Asyura disertai puasa Tasu’a

- puasa Asyura disertai puasa Tasu’a dan puasa 11 Muharram 



1) Lebih utama dari puasa bulan Sya’ban dan paling sering dipuasai oleh Nabi saw


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ(رواه مسلم)


Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram” (HR Muslim).


2) berkeutamaan berpuasa dalam  al-asyhurul hurum (bulan mulia)


عَنِ الْبَاهِلِيِّ أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَنَا الرَّجُلُ الَّذِي أَتَيْتُكَ عَامَ الْأَوَّلِ. قَالَ: فَمَا لِي أَرَى جِسْمَكَ نَاحِلًا؟ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ مَا أَكَلْتُ طَعَامًا بِالنَّهَارِ، مَا أَكَلْتُهُ إِلَّا بِاللَّيْلِ. قَالَ: مَنْ أَمَرَك أَنْ تُعَذِّبَ نَفْسَكَ؟ قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَقْوَى. قَالَ: صُمْ شَهْرَ الصَّبْرِ وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ بَعْدَهُ وَصُمِ الْأَشْهُرَ الْحُرُمَ. (رَوَاهُ دَاوُدَ وَابْنِ مَاجَهْ وَغَيْرِهِمَا)


“Diriwayatkan dari al-Bahili: ‘Aku mendatangi Rasulullah saw, lalu berkata: ‘Wahai Rasulullah, Aku adalah lelaki yang pernah mendatangimu pada tahun pertama?’ Rasulullah saw bersabda: ‘Dulu aku tidak melihat tubuhmu lemah?’ Al-Bahili menjawab: ‘Wahai Rasulullah, Aku tidak mengonsumsi makanan di siang hari, aku tidak memakannya kecuali di waktu malam.’ Rasulullah saw bersabda: ‘Siapa yang menyuruhmu menyiksa dirimu?’ Aku menjawab: ‘Wahai Rasulullah, sungguh Aku mampu berpuasa (terus-menerus).’ Rasulullah saw bersabda: ‘Puasalah bulan Sabar (Ramadhan) dan tiga hari setelahnya, dan puasalah pada bulan-bulan mulia’.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah dan selainnya)


3) khusus puasa hari Asyura pada tanggal 10 Muharram, maka akan menjadi pelebur dosa setahun yang telah lewat: 


عَنْ أَبي قَتَادَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيامِ يَوْمِ عَاشُوراءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ. (رواه مسلم)


“Diriwayatkan dari Abu Qatadah ra: sungguh Rasulullah saw bersabda pernah ditanya tentang keutamaan puasa hari Asyura, lalu beliau menjawab: ‘Puasa Asyura melebur dosa setahun yang telah lewat’.” (HR Muslim). 


4) khusus puasa Tasu’a pada 9 Muharram dan puasa 11 Muharram yang dijadikan pelengkap puasa Asyura pada 10 Muharram, menjadi pembeda umat Islam dengan umat Yahudi yang sama-sama berpuasa di hari Asyura


عَنِ ابْنِ عَبَّاس رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا مَرْفُوعًا: صُومُوا يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَخَالِفُوا الْيَهُودَ، صُومُوا يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ يَوْمًا بَعْدَهُ (رواه أحمد)


“Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ra dengan status marfu (Rasulullâh bersabda): ‘Puasalah kalian pada hari Asyura dan bedakan dengan kaum Yahudi, puasalah kalian sehari sebelum atau sesudahnya’.” (HR Ahmad)

Kamis, 04 Juli 2024

 1 Muharram  1446 (AHAD 7 JULI 2024)

10 MUHARAM  (SELASA 16 JULI 2024)


Amalan bulan Muharram


 MUGI TANSAH PINARINGAN  SEHAT NJIH 


Syekh Abdul Hamid dalam kitabnya Kanzun Naja was Surur Fi Ad'iyyati Tasyrahus Shudur:


- Bulan Muharram merupakan bulan yang dimuliakan Allah atau syahrullah.

- Amalan sunnah bulan Muharram (artinya perbuatan atau kebiasaan baik yang akan mendatangkan pahala jika dilakukan. Namun, tidak menimbulkan dosa bila tidak dikerjakan)

- Amalan di bulan Islam ini mencakup perbuatan yang bisa dilakukan 

* sendiri 

* maupun yang dilakukan bersama-sama atau sosial.


Amalan bulan Muharram sesuai sunnah

(Bisa dilakukan sejak memasuki 1 Muharram Tahun Baru Islam )


1. Menunaikan sholat

Menunaikan sholat terdiri atas sholat yang wajib maupun memperbanyak sholat sunnah.


2. Berpuasa

Puasa Muharram merupakan puasa yang banyak dilakukan umat setelah puasa Ramadan. Puasa Muharram juga lebih utama dari puasa di bulan Syakban yang juga sering diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.


Dalam menjalani puasa Muharram, tidak ada patokan khusus harus berapa hari. Artinya, puasa bisa dilakukan hanya sehari, dua hari, tiga hari, sampai sepanjang bulan Muharram jika tidak memberatkan umat.


Namun, ada hari-hari utama untuk berpuasa di bulan Muharram, yaitu puasa Tasua pada tanggal 9 Muharram, puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, dan puasa Ayyamul Bidh pada  13-15 Muharram.



3. Silaturahmi


Amalan sunnah yang juga diajarkan Rasulullah adalah bersilaturahmi. Silaturahmi bisa dilakukan kepada keluarga maupun kerabat.


4. Bersedekah

Rasulullah juga mengajarkan amalan bersedekah pada bulan Muharram. Hendaknya umat memperbanyak sedekah pada bulan ini.


5. Mandi

Amalan sunah bulan Muharram selanjutnya adalah mandi, khususnya menjelang puasa Asyura. Selain bertujuan untuk membersihkan diri, mandi saat 10 Muharram ini punya keutamaan yaitu untuk terbebas dari penyakit selama satu tahun.


6. Memakai celak mata

Bagi perempuan, amalan sunah yang bisa dilakukan adalah menggunakan celak mata atau eyeliner. Bahkan Rasulullah pernah menganjurkan memakai celak, berikut bunyi haditsnya:


عَلَيْكُمْ بِالْإِثْمِدِ عِنْدَ النَّوْمِ، فَإِنَّهُ يَجْلُو الْبَصَرَ، وَيُنْبِتُ الشَّعَرَ


Artinya: "Bercelaklah dengan itsmid, karena ia dapat menerangkan pandangan dan menumbuhkan bulu (mata)," (HR At Tirmidzi).


7. Berziarah

Ziarah kubur pada bulan pertama Tahun Baru Islam tidak hanya dilakukan kepada keluarga, namun juga kepada ulama.


8. Menjenguk orang sakit

Rasulullah mengajarkan amalan sunah untuk menjenguk orang sakit pada bulan Muharram. Tak lupa juga untuk mendoakan kesembuhan baginya.


9. Menambah nafkah keluarga


Bagi kepala keluarga, amalan sunah yang bisa dilakukan adalah menambah nafkah keluarga.


10. Memotong kuku

Bila jelang Idul Adha, umat Islam tidak dianjurkan memotong kuku, sebaliknya pada bulan Muharram justru disunnahkan.


11. Mengusap kepala anak yatim

Mengusap kepala anak yatim dapat diartikan sebagai bentuk silaturahmi kepada mereka sekaligus membantu mengurus mereka.


12. Membaca Surah Al-Ikhlas

Amalan bulan Muharram sesuai sunah terakhir adalah membaca surah Al-Ikhlas 

Selasa, 02 Juli 2024

 KEBOHONGAN MULIA IBU

(Terima kasih IBU)


 SEHAT PANJANG USIA BERKAH SELALU NJIH 


Ini adalah kebohongan-kebohongan yang dibuat oleh seorang ibu. Tidak peduli seberapa kayanya diri kita, seberapa dewasanya diri kita, ibu akan tetap selalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita, tetapi beliau tidak pernah membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya:


-Saat makan, jika makanan kurang, ia akan memberikan makanan itu kepada anak-anaknya dan juga berkata, “Cepatlah makan, ibu tidak lapar.” Meski saat itu sang ibu sebenarnya lapar, tapi ia tetap rela berbohong agar anaknya tetap mau memakan makanan yang telah ia berikan dan tidak membuat sang anak merasa iba.


-Waktu makan, ia akan selalu menyisihkan ikan dan daging atau makanan apa pun untuk anaknya dan berkata, “ibu tidak suka daging, jadi makanlah, nak.” Meski pada dasarnya si ibu suka daging, ia tetap rela berbohong agar anaknya mau menerima pemberian daging yang ia sisihkan.


-Tengah malam saat dia sedang menjaga anaknya yang sakit, ia berkata, “Istirahatlah nak, ibu masih belum ngantuk.” Meskipun si ibu ngantuk, ia tetap rela berbohong agar bisa terlihat kuat di depan anak-anaknya.


-Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, “Simpanlah untuk keperluanmu, nak, ibu masih punya uang.” Meskipun si ibu tidak punya uang, ia tetap rela berbohong agar uang sang anak tidak habis hanya untuk diberikan kepadanya, karena ia merasa jika si anak juga membutuhkan uang.


-Saat anak sudah sukses, menjemput ibunya untuk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, “Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana.” Meski si ibu sebenarnya merasa nyaman dengan rumah yang dimiliki anaknya, ia rela berbohong karena takut akan mengganggu atau merepoti sang anak jika ikut tinggal bersama anaknya.


-Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, tetapi ibu masih bisa tersenyum sambil berkata, “Jangan menangis, ibu tidak apa-apa.” Meski pada dasarnya ia sakit, ia tetap rela berbohong agar si anak tidak bersedih atas kondisinya.



Semoga semua anak di dunia ini, bisa menghargai setiap kebohongan yang dibuat oleh seorang ibu. Karena beliaulah sosok yang telah dikirim oleh ALLAH untuk selalu menjaga kita.


Semoga Allah memberi kasih sayang-Nya kepada ibu kita, sebagaimana beliau telah menyayangi kita.

.

Ya Allah ampunilah dosaku, dosa ibu bapak ku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi hamba sewaktu kecil. Aamiin

 MALAIKAT BERKELILING  MENCARI ORANG YANG DZIKIR  Mugi tansah sehat, lancar, berkah, panjang yuswo njih. Aamiin  Diriwayatkan dari Abu Hurai...